This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, July 16, 2021

SMA Bayt Al-Hikmah: Peningkatan Minat dan Prestasi Bahasa Inggris Siswa melalui Project Based Learning dengan Media Komik




  • PENDAHULUAN

Seorang siswa dikatakan berhasil bila telah mencapai tingkat ketuntasan minimal dari semua aspek (kognitif, afektif, dan psikomotor) saja, tetapi juga harus menunjukkan perubahan ke arah yang baik, dari tidak tahu menjadi tahu dan menjadi lebih mengerti.

Ketiga aspek tersebut diatas saling menunjang dan melengkapi dalam proses belajar bahasa. Bahkan saling kait mengkait antara ketrampilan yang satu dengan yang lain. Namun berbicara bahasa Inggris merupakan ketrampilan yang paling sulit bagi para siswa. Banyak siswa belum mampu dan belum lancar mengungkapkan maksud dengan baik dan benar, meskipun dalam bahasa yang sederhana sekalipun. Hal ini terbukti dengan adanya kenyataan bahwa pada masa sekarang ini para lulusan SMA maupun SMK bahkan sarjana, belum bisa berkomunikasi secara lancar dengan Bahasa Inggris. Terdapat banyak instansi pemerintahan, swasta, BUMN, dan hotel-hotel yang menyelenggarakan kursus bahasa Inggris dengan memanggil para guru dengan maksud dan tujuan agar para karyawan perusahaan tersebut mampu berbicara bahasa Inggris dengan baik dan lancar ( Data Ditluknas 1998 ).

Dari fakta tersebut dapat ditarik kesimpulan, bahwa ketidakmampuan berbicara bahasa Inggris dengan baik antara lain disebabkan karena kurangnya kesempatan menggunakan metode bahasa Inggris yang tepat. Kemungkinan lain guru kurang memiliki kemampuan menggunakan teknik apa yang efektif untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar, terutama teknik yang tepat untuk wicara. Setiap siswa sering mendapatkan grammar yang komplit serta kosa kata yang begitu banyak, namun jarang dipraktikkan baik di dalam kelas maupun di luar kelas sehingga mengakibatkan siswa kurang terlatih, kemudian siswa jarang mendengarkan secara langsung., siswa hanya ditekankan pada ketrampilan reading, writing, dan translation saja, demikian juga dengan guru kurang mempraktikkan secara langsung di depan kelas tidak menggunakan bahasa inggris. Faktor tersebut diatas yang menyebabkan siswa sendiri kurang mampu berbicara dengan baik dan lancar, sementara (Lee, 1978) mengemukakan teorinya sebagai berikut :

Even students whose english grammar is nearly perfect, his vocabulary is very complete so his pronunciation has definite accent but cannot express it well. One reason students cannot understand spoken English is that they may never have had the opportunity to hear it formely most english instruction tended to emphasse, reading, writing, and translation teachers talked a great deal about English but they seldom spoke itself.

Berdasarkan penjelasan di atas, terdapat sebuah kaitan siswa kelas X MIPA SMA Bayt Al-Hikmah Pasuruan perlu mendapat perhatian yang seksama dalam pengajaran wicara. Terutama seorang guru harus benar-benar mampu memberikan contoh berbahasa Inggris yang baik dan benar di depan kelas. Dengan demikian, siswa dapat mendengarkan baik cara pengucapannya, laval bunyinya maupun pronounciation secara jelas dan langsung. Hal penting lainnya adalah bagaimana membuat siswa tertarik dan lebih berminat dalam berbicra. Untuk itulah dalam tulisan ini penulis berusaha mencari jawaban yang dapat memecahkan hal-hal tersebut diatas karena metode lama tidak nyaman untuk siswa, maka penelitian ini diberi judul “Peningkatan Minat dan Prestasi Bahasa Inggris Siswa melalui Project Based Learning dengan Media Komik”.

Komik dapat didefinisikan sebagai bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan menerapkan suatu cerita dalam urutan yang erat hubungannya dengan gambar dan dirancang untuk memberikan hiburan kepada para pembaca. Pada awalnya, komik diciptakan bukan untuk kegiatan pembelajaran, namun untuk kepentingan hiburan semata.

Manfaat komik sebagai media pembelajaran dapat disebutkan sebagai berikut: (a) Memperjelas materi; (b) Menciptakan nilai rasa lebih dalam memahami materi; (c) Membangkitkan perhatian dan minat siswa untuk membaca, sehingga dapat memperluas penguasaan kosa kata siswa; (d) Siswa merasa senang karena komik dilengkapi gambar-gambar yang menarik; (e) Membangkitkan rasa ingin tahu siswa; (f) Memotivasi siswa untuk belajar; (g) Dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien.

Sementara itu, teks recount merupakan jenis teks yang isinya melaporkan peristiwa. Tujuan teks recount adalah untuk memberitahuka atau hiburan. Tujuan dari Recount Text adalah untuk memberikan informasi atau untuk menghibur pembaca sehingga tidak terdapat konflik.

Macam-macam teks recount adalah sebagai berikut: (1)Personal Recount yaitu menceritakan tentang pengalaman pribadi penulis, (2) Factual Recount yaitu laporan peristiwa yang benar-benar terjadi, seperti laporan percobaan ilmu pengetahuan, laporan kepolisian, (3) Imaginative yaitu membuat cerita imaginative lalu menuliskan peristiwa atau kejadian yang telah terjadi.

Struktur kebahasaan recount text adalah sebagai berikut : (a) Orientation yaitu pengenalan berupa memberikan informasi tentang siapa, dimana dan kapan peristiwa atau kejadian itu terjadi di masa lampau, (b) Events yaitu merupakan rekaman peristiwa yang terjadi, biasanya disampaikan dalam urutan kronologis, seperti : "In the first day... . And in the next day  And in the last day   " Pada bagian ini terdapat juga komentar pribadi tentang peristiwa atau kejadian yang diceritakan, (c) Reorientation yaitu pengulangan pengenalan yang ada di orientation, pengulangan tentang rangkuman peristiwa atau kejadian yang diceritakan.

Pada saat membaca Recount Text, akan ditemukan ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut : (1) Menggunakan kalimat dalam bentuk Past Tense. Contoh : We went to Bandung last year, I was very happy, (2) Menggunakan Action Verbs. Contoh : went, bought, wrote, slept, (3) Menggunakan Adverbs and Adverbial Phrase untuk mengungkapkan waktu, tempat dan cara. Contoh : yesterday, at school, quickly, (4) Menggunakan Conjunction dan Time Connectives untuk mengurutkan peristiwa atau kejadian. Contoh : but, and, after that.

 

Contoh teks recount:

Singapore

I want to tell you about my memorable time in Singapore. It was one of the best holidays I ever had.

I shall never forget the spectacular sight of the city. I saw from Mount Fable that night. The roller-coaster ride, the stunts performed by the dolphins and the killer whale at the

Sea World were also exciting. I shall remember the thrill of having been on one of the longest rides in the monorail in Sentosa Island for many years to come.

I also enjoyed various varieties of seafood at the makeshift roadside stalls at the Chinatown night market. I also enjoyed the shopping trips. My family and friends agreed that the souvenirs were value for money, especially the silk scarves with pretty prints and the attractive key chains.

PjBL bermakna sebagai pembelajaran berbasis proyek. Melalui PBL, proses inquiry dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun (a guiding question) dan membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subyek (materi) dalam kurikulum, (b) Project Based Learning asks a quesstion or poses a problem that each student can answer. PjBL adalah model pembelajaran yang menuntut pengajar dan atau peserta didik mengembangkan pertanyaan penuntun        (a guiding question). Mengingat masing-masing peserta didik memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, maka PjBL memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif, (c) Project Based Learning asks students to investigate issues and topics addressing real world problems while integrating subjects across the curriculum. PjBL merupakan pendekatan pembelajaran yang membuat oeserta didik membuat jembatan yang menghubungkan antar berbagai subyek materi. Melalui jalan ini, peserta duduj dapat melihat pengetahuan secara holistik. Lebih dari pada itu, PjBL merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata, hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha peserta didik, (d) Project Based Learning is a method that foster abstract, intellectual tasks to explore complex issues. PBL merupakan pendekatan pembelajaran yang memperhatikan pemahaman. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan mensintesis informasi melalui cara yang bermakna.

Istilah pembelajaran berbasis proyek merupakan istilah pembelajaran yang diterjemahkan dari istilah dalam bahasa Inggris project based learning. Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivitas siswa untuk menghasilkan produk dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata. Produk yang dimaksud adalah hasil projek dalam bentuk desain, skema, karya tulis, karya seni, karya teknologi/prakarya, dan nilai-nilai. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja sama secara mandiri maupun berkelompok dalam mengkontsruksikan produk nyata.

Sedangkan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) adalah sebuah model pembelajaran yang menggunakan proyek (kegiatan) sebagai inti pembelajaran. Dalam kegiatan ini, siswa melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis informasi untuk memperoleh berbagai hasil belajar (pengetahuan, keterampilan, dan sikap).

 

  • METODE

Pembelajaran Bahasa Inggris dengan percakapan (speaking) memerlukan teknik khusus agar siswa dapat memahami materi dengan benar. Salah satu teknik yang digunakan adalah dengan melalui media comic untuk menarik perhatian siswa. Selain untuk menarik perhatian siswa, media comic pada pembelajaran Bahasa Inggris juga dapat meningkatkan kreativitas belajar berbahasa Inggris. Siswa terlatih dalam permainan sehingga percakapan berbahasa  Inggris lebih mudah dipraktekan. Penggunaan media comic dalam pembelajaran speaking juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada pelajaran Bahasa Inggris yang diajarkan pada Kelas X MIPA SMA Bayt Al-Hikmah Pasuruan.

Dalam penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan hipotesis tindakan yang diperoleh, yaitu sebagai berikut : (1) Pembelajaran Bahasa Inggris dapat menarik perhatian siswa melalui penggunaan model pembelajaran proyek (Project Based Learning) dengan media comic, (2) Dengan penggunaan model pembelajaran proyek (Project Based Learning) dengan media comic pembelajaran Bahasa Inggris dapat meningkatkan kreativitas dan minat belajar siswa lebih baik, (3) Pelajaran Speaking dengan menggunakan model pembelajaran proyek (Project Based Learning) dengan media comic dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris.

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Bayt Al-Hikmah. Kelas yang diteliti adalah Kelas X MIPA dengan jumlah siswa 28 orang. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah model pembelajaran proyek (Project Based Learning) dengan media comic pada pembelajaran speaking dengan media comic dengan observasi kegiatan : (1) Presentasi kehadiran siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran, (2) Keaktifan dan partisipasi siswa dalam kegiatan individu dan kelompok, (3) Perhatian dan ketertarikan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Rencana tindakan ini juga dapat digunakan sebagai panduan dan arahan pelaksanaan penelitian tindakan kelas, kegiaatan penelitian dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, setiap siklus berlangsung 2 jam pelajaran ( 2 X 45 menit ). Setiap siklus meliputi tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan tindakan,       (3) Observasi dan Evaluasi, (4) Analisis dan Refleksi.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan untuk meningkatkan prestasi dan kemampuan berbicara pada pembelajaran speaking dengan model pembelajaran proyek (Project Based Learning) dengan media comic. Proses pelaksanaan tindakan kelas melalui tiga tahap secara berdaur ulang dalam 2 siklus mulai dari (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) pengamatan; dan (4) refleksi.

Tahap pertama yaitu perencanaan, pada tahap ini peneliti dan guru secara kolaboratif mengadakan kegiatan sebagai berikut: (a) Mengamati teknik pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran Bahasa Inggris khususnya pada pembelajaran speaking dengan model pembelajaran proyek (Project Based Learning) dengan media comic. (b) Mengidentifikasi faktor- faktor hambatan dan kemudahan yang ditemui guru dalam pembelajaran speaking dengan model pembelajaran proyek   (Project Based Learning) dengan media comic. (c) Merumuskan alternatif tindakan yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran bahasa Inggris demi peningkatan pemahaman siswa kepada materi pelajaran. (d) Menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran PBL yang meliputi: (1) pemilihan tema yang dapat menarik perhatian siswa dan menantang kemampuan berpikir; (2) pemilihan prosedur dengan teknik diskusi kelompok sesuai dengan pembelajaran PjBL yang efektif, efisien, dan kreatif; (3) mengatur tata letak duduk siswa yang dapat menimbulkan suasana aman, nyaman, dan rileks sehingga suasana pelajaran menjadi menyenangkan; dan (4) panduan model pembelajaran proyek (Project Based Learning).

Tahap kedua yaitu pelaksanaan, dalam tahap pelaksanaan peran peneliti adalah sebagai berikut : (1) Merancang model pembelajaran yang berkaitan dengan pelaksanaan model pembelajaran PjBL          di kelas yang bekerjasama dengan guru pengajar sesuai rencana yang telah ditentukan, (2) Bekerja dengan praktisi dalam melaksanakan tindakan yang sudah direncanakan,

(3) Peneliti berperan sebagai guru untuk memberikan pengarahan, motivasi, dan stimulus agar guru melaksanakan perannya sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

Tahap Ketiga yaitu Pengamatan, yaitu melakukan pemantauan komprehensif terhadap pelaksanaan tindakan dengan instrument pengumpul data yang telah dibuat sehingga diperoleh data empirik pelaksanaan tindakan pembelajaran, kendala yang dihadapi dalam pembelajaran Bahasa Inggris akan dijadikan bahan sebagai bahan melakukan refleksi.

Tahap keempat yaitu Refleksi, peneliti dan praktisi mendiskusikan hasil pengamatan tindakan yang telah dilakukan. Hal-hal yang dibahas adalah: (1) Analisis terhadap tindakan yang dilakukan,        (2) Mengulas dan menjelaskan perbedaan rencana dengan pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan,     (3) Melakukan pemaknaan dan penyimpulan data yang telah diproses, serta melihat hubungan dengan teori dan rencana yang telah ditetapkan.

Teknik pengumpulan data untuk keaktifan siswa diambil dengan cara melakukan observasi langsung pada saat proses pembelajaran dengan lembar penilaian yang telah ditetapkan, sedangkan pendapat dan tanggapan siswa dengan cara mengisi lembaran pendapat dan tanggapan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini juga menggunakan cara tes. Tes digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa terhadap pemahaman materi pelajaran. Tes dilakukan pada awal pelajaran (pre tes) untuk mengetahui sejauh mana siswa memiliki pengetahuan pada materi yang baru akan dipelajarinya. Setelah berakhir siklus kedua juga diadakan tes atau evaluasi berkenaan dengan prestasi belajar siswa pada materi yang bersangkutan berupa Ulangan Harian. Dengan demikian sekaligus akan diketahui efektifttas penggunaan model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model Project Based Learning.

Data yang telah diperoleh akan dianalisis dengan statistik deskriptif secara rata-rata dan persentase, yaitu dengan menginventarisasi dan memadukan seluruh informasi yang diperoleh dari setiap siklus. Data yang diperoleh berdasarkan: (1) Hasil observasi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yang berlangsung, (2) Hasil lembar pendapan dan tanggapan yang ditulis siswa, (3) Analisis hasil belajar siswa melalui kegiatan pre-tes dan ulangan harian.

 

  • HASIL DAN PEMBAHASAN

Penerapan model pembelajaran proyek (Project Based Learning) dengan menggunakan media comic dalam pembelajaran di kelas X MIPA SMA Bayt Al-Hikmah, sebagai alasan dipakainya metode ini, pertama metode ini sangat mudah terencana oleh pengajar bahasa Inggris. Model pembelajaran proyek (Project Based Learning) dengan menggunakan media comicini dapat diterapkan jika siswa terlihat enggan atau jenuh dalam mengikuti pelajaran, kira- kira jam akhir metode ini boleh diberikan, tentu dengan melihat situasi dan kondisi. Penelitian tentang pembelajaran speaking dengan model pembelajaran proyek (Project Based Learning) menggunakan media comic di Kelas X MIPA SMA     Bayt Al-Hikmah hasilnya terungkap setelah dilakukan penelitian.

Dari instrument penelitian siklus pertama mendapatkan hasil sebagai berikut: (a) Aktivitas guru dan siswa pada pengolahan pembelajaran terdiri dari : (1) Pada awal pembelajaran guru masih kurang memotivasi siswa, (2) Tujuan pembelajaran sudah disampaikan dengan cukup, (3) Pada kegiatan inti, masih ada beberapa siswa yang belum berpartisipasi penuh dalam kegiatan kelompok membahas soal-soal, (4) Dalam kegiatan presentasi belum menyampaikan pokok- pokok masalah dengan tuntas, (5) Guru menyimpulkan materi yang telah didiskusikan, namun beberapa siswa belum memperhatikan dan mencatat kesimpulan materi pelajaran, (6) Pada akhir pembelajaran evaluasi belum dapat dilaksanakan dengan baik, (7) Pengolahan waktu masih kurang baik, beberapa kelompok belum menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. (b) Hasil nilai pre tes terdiri dari : (1) Dari hasil pre tes siswa yang mendapatkan nilai 91 – 100 tidak ada, (2) Nilai terendah adalah 10 dicapai oleh 1 orang siswa, (3) Nilai tertinggi adalah 90 dicapai oleh 1 orang siswa, (4) Nilai rata-rata masih rendah yaitu 56,57, (5) Jumlah nilai keseluruhan dari 31 siswa adalah 1753, (6) Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam mengerjakan soal-soal pre tes pada siklus pertama dapat diketahui dengan rumus di bawah ini:

 

∑X

M =  N

1753

    =

31

   = 56,57

Keterangan:

M = Nilai rata-rata

∑X = Jumlah nilai siswa

N = Jumlah siswa

Siswa yang mendapat nilai > 65 masih banyak, hanya siswa tertentu yang sudah mendapat nilai cukup baik. Kesimpulan siklus I masih banyak siswa kelas X MIPA SMA Bayt Al-Hikmah yang belum memahami materi dengan baik.

Dari pembahasan siklus II dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : (a) Aktivitas dalam pengolahan pembelajaran siklus II terdiri dari: (1) Pada awal kegiatan guru sudah membuka pelajaran dan menyampaikan tujuan pembelajaran dengan baik, (2) Kegiatan inti pelajaran sudah dilaksanakan dengan baik, sebagian besar siswa berpartisipasi penuh dalam kegiatan kelompok dalam membahas soal-soal,    (3) Presentasi dapat dilakukan oleh semua kelompok dengan baik, siswa dalam kelompok menyampaikan materi dengan benar, (4) Beberapa siswa sangat aktif dalam mengikuti presentasi kelompok dengan memberikan beberapa pertanyaan yang masih belum dipahami, (5) Di akhir presentasi guru menyampaikan kesimpulan atau pokok-pokok materi yang harus diketahui siswa, (6) Siswa antusias dalam mengikuti pelajaran dan memperhatikan penjelasan guru serta melakukan kegiatan mencatat,      (7) Evaluasi dapat dikerjakan dengan mudah dan benar oleh semua siswa, (8) Pengelolaan waktu dapat diatur dengan baik dan tepat waktu. (b) Hasil nilai Ulangan Harian yaitu dengan rincian sebagai berikut:

(1) Siswa yang mendapatkan nilai 85 – 100 ada 10 orang, (2) Nilai terendah adalah 75 dicapai oleh 6 orang siswa, (3) Nilai tertinggi adalah 95 dicapai oleh 1 orang siswa (4) Nilai rata-rata adalah 82, 26,     (5) Jumlah nilai keseluruhan adalah 2139, (6) Item soal masih dikategorikan sulit bagi siswa, (7) Berdasarkan hasil yang dicapai dalam kegiatan Ulangan harian, maka hasilnya sebagai berikut:

 

∑X

M =    

N

 

          20139

   =

26

 

   =    82,26

 

Keterangan:

M = Nilai rata-rata

∑X = Jumlah nilai siswa

N = Jumlah siswa

 

Siswa yang mendapatkan nilai > 75 adalah 26 orang siswa secara keseluruhan materi pelajaran sudah dikeuasahi oleh semua siswa. Nilai rata-rata siswa 82,26 menunjukkan bahwa semua siswa telah menguasai materi pelajaran dengan baik. Hasil tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Klasifikasi nilai

 

NILAI

FREKUENSI

 

KLASIFIKASI

SIKLUS I

SIKLUS II

85 – 100

70 – 84

60 – 69

50 – 59

0 – 49

1

16

3

3

1

10

16

-

-

-

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Sangat Kurang

 

Adapun rekapitulasi nilai rata-rata adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Rekapitulasi nilai rata-rata

NILAI RATA-RATA

 

KETERANGAN

SIKLUS I

SIKLUS II

56,57

82,26

Terdapat peningkatan

 

Dari hasil pengamatan dan analisis data pada penelitian ini, dapat disampaikan bahwa ada peningkatan kemampuan prestasi belajar Bahasa Inggris menggunakan media comic. Kemampuan percakapan berbahasa Inggris ( speaking ) menjadi lebih baik daripada sebelumnya, hal ini sudah terlihat dari data-data di atas terdapat peningkatan nilai rata-rata tes awal adalah 56,57 sedangkan hasil nilai rata-rata nilai Ulangan Harian menjadi 82,26. Ini adalah prestasi yang sungguh menggembirakan bagi siswa Kelas X MIPA SMA Bayt Al-Hikmah Pasuruan Semester Genap Tahun 2018/2019.

Dengan demikian keberhasilan penggunaan media comic dalam pelajaran speaking ini dapat dilanjutkan dengan materi pelajaran yang lain sehingga kemampuan berbahasa Inggris yang dimiliki siswa dapat berkembang menjadi lebih baik lagi.

  • KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang pengajaran speaking dengan media comic di Kelas X MIPA SMA Bayt Al-Hikmah Pasuruan Semester Genap Tahun 2018/2019, dapat disimpulkan berikut ini:

(1) terdapat kesesuaian antara model PjBL dengan karakteristik pembelajaran Bahasa Inggris pada Kelas X MIPA SMA Bayt Al-Hikmah Pasuruan, (2) siswa memperlihatkan peningkatan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris; dan (3) prestasi belajar siswa meningkat. Nilai rata-rata pre tes pada siklus I = 56,57 dan ulangan harian siklus I = 82.26.

{Oleh: Nurdiansyah, S.Pd.)

 

Wednesday, September 16, 2020

SMK BAYT AL HIKMAH GELAR VIRTUAL EXPERIENCE MUSEUM PENERANGAN

Pandemi Covid-19 telah memaksa semua lembaga/instansi untuk bisa tetap berkarya dan saling berkolaborasi memberikan ruang untuk membagikan pengetahuan bagi mereka yang mau memanfaatkannya. Museum Penerangan (Muspen) sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai tugas melaksanakan pelestarian dan pelayanan benda-benda bernilai sejarah dan ilmiah di bidang informasi mencoba menawarkan kegiatan berbagi pengetahuan tentang sejarah koleksi dan nilai-nilai komunikasi yang ada di dalamnya kepada SMK Bayt Al Hikmah.

Sebagai salah satu lembaga pendidikan yang juga terdampak pandemi covid-19 tentunya kami sangat antusias menyambut penawaran tersebut. Terlebih hampir selama 2 semester kegiatan pembelajaran di luar kelas (Outing Class) yang biasanya dilakukan 2 kali karena dampak pandemi tidak bisa terlaksana. Kami berharap kegiatan yang dikemas dengan istilah "Virtual Experience Museum Penerangan" dapat memberikan pengetahuan/pengalaman baru yang berkesan di era "New Normal". Kegiatan ini sepakat dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 September 2020 via zoom meeting.

   

Friday, October 4, 2019

Lomba Branding Kampung KB: SMK Bayt Al-Hikmah Borong Juara



Pasuruan- SMK Bayt Al-Hikmah telah memborong juara pada lomba Branding Kampung KB yang telah diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pasuruan. Dari keempat orang juara yang terpilih, tiga diantaranya adalah siswa-siswi SMK Bayt Al-Hikmah jurusan DKV. Juara 2 atas nama Wildan Bagus Wijaya, Juara 3 atas nama Juwita Dewi, serta Juara Favorit atas nama Andi Muhammad Nadzilun Ni'am.

Lomba yang diadakan pada tanggal 16 September 2019 ini telah berjalan sukses. Lebih dari 30 peserta yang terdiri dari siswa SMK ikut berpartisipasi pada lomba ini. Lomba yang dilaksanakan secara online ini cukup memudahkan peserta, disamping kriteria lomba yang sudah jelas, pendaftaran peserta juga tidak dipungut biaya. 

Hasil karya seluruh peserta ini nantinya menjadi hak milik panitia lomba. Aplikasinya, hasil karya pemenang lomba akan diterapkan pada empat kampung binaan diantaranya desa panggungrejo, kecamatan gadingrejo, kecamatan kebonagung. 

Tanggapan positif telah disampaikan oleh segenap panitia, "Kami sangat mengapresiasi seluruh karya dari siswa-siswi SMK ini, terutama kepada seluruh pemenang" tambah Ibu Maya Staff DP3AKB selaku ketua panitia lomba tersebut. (ujn/arf)

Monday, August 26, 2019

Pelatihan GA Internal Bayt Al Hikmah. Menentukan Kompetensi Dasar, Indikator, dan Model-Model Pembelajaran Dalam RPP




MENGIKUTI DENGAN SERIUS: Para Peserta Pelatihan GA Internal begitu bersemangat mengikuti kegiatan pelatihan kali ini

Bayt Al Hikmah, Kota Pasuruan – Pada Pelatihan GA Internal yang diselenggarakan oleh yayasan Bayt Al Hikmah kali ini, sabtu (24/08) dikupas habis materi tentang kompetensi dasar, indikator, dan model-model pembelajaran dalam RPP yang dipandu oleh ustadzah Ratih Raudhoul Jannah.
Pelatihan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh 24 asatid asatidzah baik dari SMP, SM maupun SMK Bayt Al Hikmah yang bertempat di Aula SMA dan SMK Bayt Al Hikmah dengan pengisinya komposisinya beda dari sebelum-sebelumnya (duet) kali ini one girl showPelatihan GA Internal kali ini dibuka dengan permainan ice breaking guna menciptakan kondisi alpha zone, bentuk gamenya sendiri adalah tembak kata, dimana aturan mainnya dua kelompok besar saling berhadapan, nantinya secara bergantian peserta menyebutkan nama wilayah tertentu yang diperoleh dari suku kata terakhir nama wilayah yang disebutkan peserta yang ditunjuk sebelumnya, misalnya peserta A menyebutkan nama wilayah nigeria, maka peserta didik yang ditunjuk tersebut harus tunjuk satu orang untuk menyebutkan nama wilayah yang lain dari suku kata yang terakhir dari nigeria dalam hal ini adalah a misalnya argentina demikian seterusnya, game ini tentu saja mengandung gelak tawa dari para peserta apalagi ketika salah satu peserta (ustad alfan) menyebutkan alam barzah sebagai salah satu tempat.
Pada materi inti, ustadzah Ratih menjelaskan ada beberapa hal yang harus ada dalam RPP yang akan disusun diantaranya yaitu identitas  sekolah, nama kelas, nama mata pelajaran, KI, KD, materi pokok, model pembelajaran tujuan pembelajaran, metode pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi yang muaranya nanti diharapkan sesuai dengan RPP versi bayt al hikmah namun tidak juga bertentangan dengan standar yang dipatok oleh pemerintah. “RPP yang akan dibikin atau dibuat harus sesuai dengan khas bayt al hikmah tanpa menghilangkan aturan dari pemerintah bahkan memasukkan aturan yang dari pemerintah” demikian yang disampaikan oleh Ustadzah Ratih (panggilan akrab beliau).  Lebih lanjut beliau menyampaikan “misalnya model-model pembelajaran yang disampaikan oleh pemerintah yaitu Discovery Laerning, Inkuiri, Problem-Based Learning dan Project Based Learning, sedangkan kita punya 25 metode, maka solusinya adalah memasukkan 25 metode ala MIR tersebut kedalam model pembelajaran dari pemerintah tersebut” kata ustadzah Ratih yang kemaren dianugerahi sebagai Juara 1 guru berprestasi tingkat SMP se kota Pasuruan tersebut.
Jika diuraikan lebih dalam yang dibahas dalam pelatihan kali ini adalah pemaparan KI dan KD “KI dan KD mengacu kepada Permendikbud No 37 Tahun 2018 dimana didalam permendikbud tersebut sudah tercakup semua KD mulai dari jenjang SD sampai dengan SMA” kata ustadzah yang mengajar mapel bahasa indonesia tersebut. Materi yang juga dibahas adalah tentang materi pokok yang ada dalam RPP dimana harus dikaitkan atau dimunculkan 4 dimensi pengetahuan “dalam rpp khas bayt harus memunculkan 4 aspek yaitu aspek pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual, aspek prosedural dan aspek megakognitif” ustadzah Ratih menegaskan sedangkan dimensi sikap yang harus dimunculkan di tujuan pembelajaran diantaranya sikap jujur, kerjasama, toleransi yang terangkum dalam 5 nilai utama karakter yaitu Religius, Integritas, Gotong Royong, Kemandirian dan Nasionalisme.
Materi yang tidak kalah pentingnya adalah pembahasan tentang cara menyusun indikator pencapaian kompetensi yang harus disesuaikan tentang kata kerja operasional ranah kognitif (apakah termasuk C1 mengingat, C2 memahami, C3 mengaplikasikan, C4 menganalisis C5 mengevaluasi,atau C6 mencipta/membuat). Diakhir pelatihan, ustadzah Ratih memberikan tugas kepada peserta untuk menyusun indikator pencapaian kompetensi berdasarkan kepada KD yang sudah ditetapkan pemerintah yang kemudian beberapa ustad ustadzah diminta untuk maju mempresentasikan hasil pemikirannya. Presentasi dari masing-masing ustad ustadzah dan penerimaan hadiah atas jerih payah para ustad ustadzah yang maju adalah akhir dari pelatihan GA internal kali ini (irb/kholik/jbr/liem).

Konfirmasi Domain SMA Dan SMK Bayt Al Hikmah Dan Edit Tema Website. Pendampingan Rutin Manajemen Website

Kegiatan rutin pendampingan manajemen website SMA dan SMK Bayt Al Hikmah

Konfirmasi Domain SMA Dan SMK Bayt Al  Hikmah Dan Edit Tema Website.
Pendampingan Rutin Manajemen Website




Bayt Al HikmahKota Pasuruan – Untuk yang kedua kalinya SMA dan SMK Bayt Al Hikmah kota Pasuruan mengadakan pelatihan dan pendampingan rutin manajemen website, jumat (23/8) bersama dosen Yudharta Purwosari Bapak Abdillah Mundir. Kegiatan ini sendiri dimulai pukul 13.33 WIB dan berakhir pukul 15.30 WIB yang yang sebelumnya sempat berulang kali tertunda karena beberapa kendala. Yang hadir yang pendampingan kali ini terdiri atas pengurus manajemen website SMA dan SMK Bayt Al Hikmah yaitu Ustad Fauzan, Ustad Muslim, Ustad Jabbar, Ustad Irbab, Ustadzah Yuli dan Ustadzah Jamillah kesemuanya adalah guru SMA dan SMK Bayt Al Hikmah. Bertempat di ruang Perpustakaan Putra SMA dan SMK pendampingan rutin ini berjalan selama hampir 2 jam dengan suasana penuh keakraban namun tetap serius dan fokus. “Agenda pendampingan hari ini adalah konfirmasi pembelian domain yang beberapa minggu yang lalu sudah dilakukan oleh pihak lembaga dan masukkan ke websitenya untuk memulai setting templatenya agar lebih menarik serta bisa segera memasukkan berita dan file lain-lainnya kedalam situs” kata pak Abdillah selaku pendamping. Setelah melalui tahapan-tahapan yang diinstruksikan oleh situs menyedia domain akhirnya secara resmi SMA dan SMK memiliki website dimana yang SMA Bayt beralamatkan www.smabaytalhikmah.com dan yang SMK Bayt Al Hikmah beralamatkan www.smkbaytalhikmah.net. “dengan adanya situs ini, maka rencana lembaga baik yang SMA dan SMK yaitu memposting berita tiap hari dapat segera diwujudkan” demikian harapan ustad bahrul Ulum selaku kepala sekolah yang sore itu kebetulan juga ikut mendampingi. Sempat beberapa guru diantaranya ustadzah Jamillah dan ustadzah Yuli mencoba mengganti tema dan template websitenya SMA dan SMK dan berhasil dengan baik, pak Abdillah sendiri mengingatkan agar tampilan websitenya bisa diperbaiki dan diupdate. "Jangan lupa tampilannya situsnya diedit lagi agar lebih menarik dan interaktif" himbau beliau. Diakhir pelatihan dan pendampingan, pak Abdillah (demikian panggilan akrab beliau) menyampaikan bahwa program jangka panjangnya adalah tim manajemen website ini dapat menghasilkan karya dalam bentuk e-book yang manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak pihak. (irb/jbr).

Friday, August 23, 2019

Tembus Perempat Final, Tim Futsal Bayt Al Hikmah Tampil Memukau.

Tim Futsal SMK Bayt Al Hikmah
Atas (dari kiri ke kanan). Ustad Aji, Ustad Desbri, Ustad irbab, Ustad Ian
Bawah (dari kiri ke kanan). Ustad Affandi, Ustad Iwan, Ustad Imam


Bayt Al Hikmah – Pasuruan (21/08/2019). Pada pergelaran futsal merebutkan Kacabdin Cup I tahun 2019 tim futsal Bayt Al Hikmah mampu menembus perempat final. Hal ini cukup membanggakan melihat persiapan yang minim dalam menghadapi turnamen yang diikuti hampir seluruh sekolah tingkat SMA dan SMK se kota dan kabupaten Pasuruan. Seperti yang disampaikan kapten tim futsal “tim ini dibentuk beberapa hari sebelum turnamen, sehingga tidak ada waktu untuk berlatih bersama, bahkan sehari-hari kita tidak ada banyak waktu untuk sekedar berlatih futsal, jadi tim ini benar-benar tidak ada skill dan teknik dasar yang mumpuni untuk ikut turnamen apalagi selevel kota kabupaten” kata ustad Desbri. Turnamen yang diselenggarakan oleh Cabdin Kota Kabupaten Pasuruan dalam rangka menyemarakkan HUT RI yang ke 74 ini diikuti oleh 45 sekolah tingkat SMA dan SMK yang terbagi menjadi dua pool, pool A dan pool B dengan menggunakan sistem gugur. Seluruh pertandingan yang dimainkan selama dua hari 21-22 Agustus 2019 ini berlangsung di lapangan King Futsal Warungdowo Kabupaten Pasuruan. “tim SMK Bayt Al Hikmah berada di pool B” kata Ustad Desbri yang sekaligus guru olahraga di Bayt Al Hikmah. Komposisi tim futsal SMK Bayt Al Hikmah sendiri diperkuat oleh Ustad Imam sebagai striker, Ustad Sofi sebagai second Stiker, Ustad Ian dan Ustad Desbi sebagai bek dan Ustad Aji sebagai penjaga gawang, sedangkan dibangku cadangan ada Ustad Irbab, Ustad Affandi, Ustad Lutfi dan Ustad Didin.
Pertandingan Pertama menang dengan Susah Payah Lawan SMAN 1 Purwosari.
Pertandingan pertama SMK Bayt Al Hikmah melawan tim futsal dari SMAN 1 Purwosari. Laga yang dimulai pukul 09.20 ini berlangsung sangat sengit dan ketat, jual beli serangan terjadi. Seperti kejadian di menit ke 5 serangan balik cepat dari SMAN 1 Purwosari membuat kiper andalan SMK Bayt Al Hikmah harus jatuh bangun dan mengalami cedera paha yang cukup menganggu akibat dari terjangan kaki dari salah satu pemain bernomor punggung 14 dari SMAN 1 Purwosari. “untungnya ustad Aji masih mampu melanjutkan pertandingan sampai akhir” kata kepala sekolah SMK Bayt Al Hikmah yang kebetulan juga ikut hadir memberikan dukungan. Untungnya tim SMK Bayt Al Hikmah mampu unggul terlebih dahulu lewat stiker andalannya Ustad Imam. Sepakan kakinya yang keras dan terarah ke pojok kiri bawah gawang lawan hasil kerjasama dengan ustad Sofi dimenit ke 8 memecahkan kebuntuan. Skor pun berubah 1-0 untuk keunggulan sementara dari SMK Bayt Al Hikmah. Skor berubah menjadi 2-0 di menit ke 10 lagi lagi lewat sepakan Ustad Imam setelah mengecoh dua pemain belakang SMAN 1 Pasuruan. Sampai dengan peluit panjang dibunyikan SMK Bayt Al Hikmah mampu unggul 5-3 atas SMAN 1 Pasuruan. Dimana gol dicetak lewat hattrik Ustad Imam dan dua gol masing-masing dari ustad Iwan dan Ustad Sofi.  
Menang Mudah Dilaga Kedua dan Ketiga dan Melaju Ke Perempat Final.
Pada laga kedua tim futsal SMK Bayhi sudah mulai menguasai lapangan dan sudah beradaptasi dengan baik. Buktinya pada laga melawan SMAN 1 Lumbang tim Bayt Al Hikmah mampu menang dengan skor telak 5-0. “lagi-lagi stiker andalan SMK Bayt Al Hikmah ustad Imam membabi buta dan bermain cukup ngotot” kata Ustad Desbri. “Ustad Imam cetak 2 gol dalam laga yang boleh dibilang berat sebelah ini” demikian disampaikan oleh Ustad Desbri. Sebiji gol yang lain dicetak oleh Ustad Sofi sebagai second striker dan Ustad Lutfi. Hasil ini membuat tim Bayt pun melangkah ke perdelapan final menghadapi SMA Maarif Pandaan yang pada laga sebelumnya mengalahkan SMKN 1 Gempol. Pada laga ketiga yang menentukan langkah tim menuju babak perempat final yang diadakan esok harinya ini juga mampu dimenangkan dengan mudah. Terbukti dibabak pertama saja tim SMK Bayt Al Hikmah sudah unggul 4-0, meski akhirnya mampu dibalas dengan 3 gol dari SMA Maarif Pandaan laga ini berakhir dengan skor 7-3 untuk kemenangan SMK Bayt Al Hikmah. “sungguh perjuangan yang cukup melelahkan dan berat, mengingat tim ini tidak pernah latihan sama sekali” ujar Ustad Imam stiker andalan SMK Bayt Al Hikmah. Pada pertandingan ini sendiri daftar pencetak skor dari tim bayt lagi-lagi diborong oleh dua stiker andalan SMK Bayt Al Hikmah, Ustad Imam dan Ustad Sofi masing-masing 4 dan 3 gol. Laga ketiga itupun menandai berakhirnya laga pada hari itu. Dan akan dilanjutkan esok hari yang sudah masuk dibabak perempat final.
Kalah Tipis, Tim SMK Bayt Al Hikmah Harus Mengubur Impian Menuju Final
Laga perempat final ini (22/08/2019) mempertemukan antara SMK Bayt Al Hikmah lawan SMK Walisongo Gempol. Kali ini SMK Bayt Al Hikmah harus mengubur mimpinya untuk lolos ke tahap berikut akibat kekalahan yang dialami oleh SMK Bayt Al Hikmah 3-2. Tipinys skor menunjukkan sengitnya laga tersebut. Jalannya pertandingan sendiri diawali dengan dua gol cepat akibat blunder dari kiper SMK Bayt Al Hikmah Ustad Irbab.
Meski akhirnya ustad Imam mampu memperpendek selisih gol menjadi 2-1 sampai dengan peluit panjang dibunyikan oleh wasit laga tetap dimenangi oleh SMK Walisongo dengan skor tipis 3-2. Sangking serunya dan tegangnya pertandingan ini. Bahkan tim SMK Walisongo tidak melakukan rotasi pemainnya, bahkan ada komentar dari salah satu pemain SMK Walisongo Gempol “sangat seru pertandingannya, terima kasih-terima kasih” kata pemain tersebut. Sayang sekali kekalahan ini sekaligus juga menghentikan langkah tim SMK Bayt Al Hikmah untuk berbicara lebih lanjut di turnamen Kacabdin Cup tersebut. “sudah sangat bagus, dan tim ini potensial untuk berbicara lebih lanjut lagi tahun depan, dan kita harus mempersiapkan lebih baik lagi dari ini” kata Ustad Iwan menyemangati. “kita hanya kurang beruntung, tapi inilah pertandingan ada menang ada kalah” ujar Ustad Aji menimpali. Semoga tahun depan bisa lebih berprestasi lagi. (irb/jbr/liem).

Wednesday, August 14, 2019

MPLS 2019